Pada 4 dan 5 Juni 2026, telah dilaksanakan pembagian ijasah kepada siswa yang tamat pada tahun ajaran 2025/2026. Sejumlah 189 siswa telah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Petang. Wakasek Bidang Kurikulum, I Gusti Putu Agung Arimbawa, S.Pd., M.Pd mengatakan proses ijazah telah dilakukan sejak Mei, akhirnya Juni bisa dibagikan. ‘‘Dengan semakin cepat ijazah sampai di tangan siswa, kami berharap semakin segera dapat digunakan sesuai kebutuhan mereka,’’ jelasnya.
Saat pembagian ijazah berlangsung, para siswa hampir semua datang dengan senyum lebar. Para siswa yang kini menjadi alumni terlihat bertegur sapa dan bercanda dengan Bapak dan Ibu Guru wali kelas mereka. Sebagian datang dengan berbagai cerita. Seperti yang diceritakan I Komang Wahyu Surya Darma, siswa yang dikenal jenius oleh teman-temannya ini bercerita tentang perguruan tinggi yang dia pilih.
‘‘Setelah tidak lulus SNBP, saya ikut SNBT,’’ ia mengawali ceritanya. ‘‘Sebenarnya saya lulus di salah satu kampus di luar Bali, akan tetapi tidak saya ambil karena tidak dapat ijin orang tua,’’ sambungnya. ‘‘Akhirnya saya ambil Teknik Sipil di Unud,’’ pungkasnya. Pada tahap SNBT, ia memang lulus di dua perguruan tinggi.
Cerita berbeda datang dari I Putu Anis Yanuar. Siswa yang terkenal dengan senyumnya ini mengatakan telah diterima bekerja di Secret Garden Bali, salah satu wisata edukatif yang terletak di Baturiti, Tabanan. ‘‘Saya sudah diterima di Secret Garden,’’ ceritanya. Para guru yang mendengar cerita Anis, sontak ikut bahagia dan memberikannya ucapan selamat.
Cerita lain datang dari I Putu Widiarta. Ia bercerita baru memulai usaha cuci motor yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. ‘‘Kapan-kapan cuci motor di tempat saya ya, Pak,’’ pungkasnya sambil mempromosikan tempat usahanya. Akhirnya semua siswa SMA Negeri 1 Petang menerima ijasah dan bisa menggunakannya sesuai keperluannya masing-masing. Sangat senang menerima para alumni telah memilih jalan masing-masing. Sebagian dari mereka telah lulus di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT, sebagian lagi memilih kampus pariwisata, sebagian lagi sudah bekerja sesuai minat dan bakat mereka. Tentu ada juga beberapa yang memilih menjadi wiraswasta, seperti Widiarta. Tentu ini menjadi cerita menginspirasi bagi para adik kelas mereka.

