Putu Ishtara Gandhi Putri Wirawan, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Petang, kembali meraih prestasi gemilan yaitu Juara 1 Utsawa Dharma Gita Remaja Putri Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11-16 September 2026. Beruntung, kami sempat berbincang dengan Isthara pasca lomba untuk mendengarkan pengalaman serunya selama mengikuti lomba ini. Utsawa Dharma Gita telah diikuti dara kelahiran 3 Maret ini sejak 2019. ”Jadi lomba ini bukan sesuatu yang baru bagi saya,” jelasnya. Selama keikutsertaannya itu, ia pernah beberapa kali meraih posisi kedua. Akan tetapi ada rasa tidak puas yang dirasakan. ”Awalnya saya senang dan sangat bersyukur tetapi setelah berkali-kali medapat juara 2, ada rasa belum puas dan ingin menjadi ‘juara pertama’. Kadang juga merasa belum cukup padahal sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan pernah muncul pikiran untuk berhenti dan mencoba hal lain. Tetapi setiap kali merasa ingin menyerah, saya selalu mencoba mengingat kembali alasan saya memulai dan meyakinkan diri untuk mencoba lagi dan lagi,” bebernya.
Kesempatan untuk meraih ‘juara pertama’ muncul di tahun ini. ”Persiapan saya untuk mengikuti Utsawa Dharma Gita, khususnya Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri tahun 2026, bisa dibilang cukup panjang dan tidak mudah,” Isthara memulai ceritanya. ”Untuk persiapan tahun ini, saya benar-benar berusaha sekeras mungkin. Saya menghafalkan kurang lebih 5 lembar teks Dharma Wacana, melatih cara berbicara, intonasi, ekspresi, serta bagaimana mengendalikan rasa gugup ketika berada di depan juri,” lanjutnya.
Gadis asal Br Abing ini mengatakan bahwa proses persiapannya tidak selalu berjalan dengan lancar. Kata dia, persiapan lomba kali ini cukup banyak berbenturan dengan kegiatan di sekolah, baik kegiatan akademik maupun kegiatan organisasi yang diikuti. ”Saya sempat kehilangan fokus, rasanya seperti harus memilih mana yang harus didahulukan, padahal semuanya sama-sama penting. Dari situ saya belajar untuk mengatur waktu, menyusun kembali prioritas, dan berusaha menyelesaikan satu per satu tanpa terlalu memikirkan semuanya sekaligus,” katanya.
Ia juga bercerita harus melawan rasa lelah. Namun ia masih harus mengulang hafalan. Ada saat ketika teks yang sebelumnya sudah terasa hafal, tiba-tiba ia lupa lagi. Pelan-pelan, perjuangannya membuahkan hasil. Diawali dengan juara satu di tingkat Kabupaten Badung. Yang artinya, tanggung jawab lebih besar yaitu membawa nama Kabupaten Badung di tingkat Provinsi Bali. ”Saya kembali berlatih, memperbaiki kekurangan dari perlombaan sebelumnya, dan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin,” katanya dengan nada optimis. Isthara tidak mau orang hanya melihat hasilnya saja. Baginya, proses menuju ke sana jauh lebih panjang daripada beberapa menit ketika berdiri di atas panggung. Ada waktu yang harus dibagi, ada kegiatan yang harus diatur, ada rasa lelah, tekanan, hafalan yang berulang-ulang, dan tentunya ada rasa ingin menyerah yang harus saya lawan.
Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Bali sangat berkesan bagi Ishtara. ”Ada banyak hal yang terjadi sebelum sampai pada momen itu,” katanya. Ia bercetira, bagaimana merasakan tegangnya menunggu giliran tampil, berusaha menenangkan diri, mengingat kembali teks yang sudah dihafalkan, dan meyakinkan diri bahwa sudah melakukan semua yang ia bisa. ”Ketika saya melihat kembali proses sejak 2019, saya sadar bahwa setiap hasil ternyata merupakan bagian dari perjalanan. Juara dua yang dulu sempat membuat kecewa ternyata bukan akhir dari cerita. Justru dari sana saya belajar untuk mengevaluasi diri, belajar menerima kekurangan, dan mencoba lagi,” kata siswa kelas XI ini.
Ketika ditanya, perasaan yang dirasakan setelah berhasil meraih juara Utsawa Dharma Gita tingkat kabupaten dan provinsi, ia mengatakan sangat bersyukur dan bahagia. ”Namun, yang paling membuat saya puas bukan hanya karena mendapatkan juara satu, tetapi karena saya berhasil melewati proses yang panjang dan diri saya yang dulu sempat ingin menyerah,” jelasnya. Karena telah menjuarai Utsawa Dharma Gita 2026 di tingkat provinsi, perjalanannya masih berlanjut ke tingkat nasional. ”Saya ingin kembali belajar dan memberikan yang terbaik. Mohon doa dan dukungannya agar saya bisa menjalani kesempatan ini dengan baik,” pungkasnya.
Beberapa prestasi yang pernah Isthara raih pada Utsawa Dharma Gita, yaitu:
* Juara 2 Membaca Sloka Anak-anak Putri Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung tahun 2019
* Juara 2 Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung tahun 2023
* Juara 2 Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung tahun 2024
* Juara 1 Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri Utsawa Dharma Gita Kabupaten Badung tahun 2026
* Juara 1 Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali Tahun 2026.


