SMA Negeri 1 Petang Raih Silver Medal di BISF 2026

Tim KIR (Karya Ilmiah Remaja) SMA Negeri 1 Petang kembali mengukir prestasi. Tidak main-main, kali ini prestasi yang diraih adalah silver medal pada ajang Bali International Sciences Fair (BISF) 2026 Offline Competition. Tim kali ini beranggotakan I Nyoman Santyana, Gde Artha Wiguna, I Gusti Ngurah Nata Wisma Dana, Ni Putu Dian Ganda Khirani, Ni Made Gian Dwi Yanti, dan I Gusti Agung Istri Patna Yesia Sari. Penelitian yang diikutsertakan berjudul Papain-Based Nano-Mist: A Revolutionery Rapid Meat Tenderizing Spray for Culinary Efficiensy.

BISF 2026 diselenggarakan oleh IYSA, Universitas Warmadewa, dan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Ajang ini menyelenggarakan hybrid competition, yaitu kompetisi online pada 10–12 Juni 2026 dan kompetisi offline 19–23 Juni 2026 yang diselenggarakan di Universitas Warmadewa, Bali. Kompetisi ini merupakan ajang international, maka dari itu peserta yang berpartisipasi pun dari mancanegara; Indonesia, Vietnam, Bangladesh Tim SMA Negeri 1 Petang mengikuti kompetisi offline di Universitas Warmadewa, 10 s/d 22 Juni 2026.

Salah satu anggota, Ni Putu Dian Ganda Khirani mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan selama kurang lebih 1 bulan. Tim yang menamai dirinya NANO PAPS ini mendapat dukungan penuh dari pembinanya, I Made Karya Artana, S.Pd. Karya mengatakan bahwa segala ide berasal dari anak-anak, ia hanya mendampingi dan membantu dalam proses eksekusinya. ‘‘Setelah mendapat informasi lomba, kami mengawalinya dengan menentukan tema, dan menyelesaikan administrasinya dulu,’’ jelasnya.

‘‘Kami sepakat memilih tema Pure Sciene dan meneliti getah pepaya,’’ pungkasnya. Dian Ganda menambahkan bahwa, getah pepaya bisa merusak struktur daging sehingga bisa melembutkan daging. ‘‘Dari sana awal mulanya. Selanjutnya kami mulai merancang penelitian kami mulai dari mencari alat yang bahan diperlukan sampai membuat produk yang dilakukan di Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Petang,’’ jelas Dian. Dian menjelaskan produk ini unggul karena menyelesaikan masalah terbesar dari papain biasa. Papain konvensional hanya bekerja di permukaan dan membuat daging lembek. Tetapi Nano-Papps kami menggunakan teknologi SNEDDS untuk menembus jauh ke dalam serat. Ini membuat daging empuk dengan sempurna, merata, dan cepat menggunakan semprotan yang praktis.

Tim NANO PAPS melaksanakan presentasi pada 20 Juni 2026 di Universitas Warmadewa. ‘‘Selanjutnya, pada 22 Juni 2026 kami datang kembali ke Universitas Warmadewa untuk menjemput Silver Medal di bidang Pure Science,’’ jelas Dian saat dihubungi via telepon saat hari penyerahan medali. Berbagai prestasi yang diraih Tim KIR, beberapa tahun belakangan tidak lepas dari tangan dingin pembinanya, I Made Karya Artana, S.Pd. Karya meneruskan tradisi prestasi KIR SMA Negeri 1 Petang sebelumnya yang telah diukir pembina sebelumnya, I Gusti Putu Agung Arimbawa, S.Pd., M.Pd.

‘‘Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak pembina kami I Made Karya Artana yang telah membimbing kami dan memberikan ruang bagi kami untuk bisa mewujudkan ide yang telah kami diskusikan bersama. Kami tidak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Petang yang telah memberi dukungan penuh untuk kami mengikuti kegiatan ini,’’ pungkas Dian mewakili tim.

Bagikan info ini keteman anda